Situs Otomotif | Info Otomotif Terbaru | Harga Kendaraan Paling update

10 Mobil Terbesar di Dunia (Rekomendasi)

Beberapa jenis mobil memang sengaja diciptakan dalam ukuran yang besar demi menunjang fungsi dari mobil itu sendiri. Namun tidak jarang kita menemukan mobil hasil modifikasi manusia dengan ukuran yang tidak wajar. Entah hanya untuk mencari sensasi atau untuk memaksimalkan kemampuan dari mobil tersebut. Seperti mobil - mobil yang masuk ke dalam daftar 10 mobil terbesar di dunia di bawah ini:


1. Green Giant Truck



2. Modified Bigfoot



3. Belaz-75600



Mobil buatan Rusia yang memiliki berat sekitar 8,7 juta ton dengan ukuran lebar mobil 14,5 meter, 9,25 meter tinggi dan 7,22 meter panjang


4. Titan Truck



5. Caterpilar Dump Truck


6. Suv Car Modovicated


7. Arizona Joggers Car


8. Rusian Modivied Car


Mobil ini sengaja dimodivikasi supaya bisa digunakan pada segala macam kondisi medan, baik untuk berjalan di darat maupun di air
9. Ford Mustang


10. Bigfoot 5

 
Merupakan hasil modifikasi dari mobil merk Ford jenis pickup F250 produksi tahun 1996

Wow ini dia mobil terbang pertama didunia

 The Terrafugia Transition is introduced at the 2012 New York International Auto Show on April 5, 2012 in New York City. The Transition is the first of its kind: it is simultaneously able to perform as an aircraft or a street-legal vehicle. The New York International Auto Show features nearly 1,000 brand new vehicles from all auto industry sectors and is open to the public April 6-15.

  (Photo by Andrew Burton/Getty Images)

Yamaha YZR500



Pada era MotoGP masih meng­gunakan mesin 2-tak, motor Yamaha YZR500 sangat dominan di ajang ini. Inilah motor yang menjadi tunggangan Kenny Roberts di tahun 1982.

Pada tahun 1985 motor ini juga memenangi balapan Dutch TT dengan pembalap Eddie Lawson. Motor dengan kapasitas 498 cc ini memiliki tenaga 165 dk di putaran 12.500 rpm.

YZR500 berpendingin air, mesin V 80 derajat. Berat motor tergolong ringan, yakni 130 kg, mampu tembus di kecepatan lebih 300 km/jam.

Modifikasi Simple Satria FU150, Fanatik Racing Style Only!



Bagi pemilik hyper underbone Suzuki Satria FU150 yang ogah tampil standar, mo­difikasi simpel bisa jadi solusi. Gak perlu ribet-ribet! Cukup modif sederhana dan mengandalkan part aksesori PnP alias plug and play.

Apalagi part aksesori khusus buat FU membludak di pasaran, jadi mudah mencarinya. Sedikit sentuhan di bagian kaki-kaki dan bodi serta mengaplikasi aksesori PnP, tongkrongan FU dijamin beda dari yang lain. 


“Utamanya adopsi aksesori. Sebab buat tampilan, hal itu paling berpengaruh,” ujar Rini dari gerai F16. Aksesori racing style (RS) yang paling jadi favorit yakni setang model racing dan footstep underbone.

Untuk setang pilihannya bervariasi, ada yang posisinya bisa diadjust atau mengandalkan setang bawaan Suzuki Raider (Thailand) yang punya profil lebih pendek. Gunanya? Jelas agar posisi riding lebih merunduk khas motor balap.


Selain itu, aplikasi footstep racing juga gak sulit kok! Dengan posisi kaki yang bergeser ke belakang, riding position dijamin lebih mantaff...!


Namun begitu, pemasangan kedua peranti itu butuh penyesuaian terhadap sang rider! Buat yang belum terbiasa, posisi yang agak merunduk ditambah pijakan kaki yang mundur tadi, bisa membuat rider merasakan pegal di bagian lengan dan bahu. So walau sifatnya hanya sementara yang akan hilang jika sudah terbiasa, buat yang gak fanatik RC, pikir dua kali deh!



Lanjut! Selain peranti tadi, bagian kaki-kaki juga gak kalah penting. Pilihannya dari mengaplikasi pelek jari-jari sampai up-grade bagian sokbreker. Dengan sumbu roda yang agak panjang untuk ukuran motor bebek yakni 1.280 mm, jelas butuh peranti pendukung.

So, gak percuma rasanya kalau performa suspensi standar ikut diup-grade. Selain membuat bagian suspensi tampil beda, handling FU juga ikut terdongkrak. Yang pasti, rebound sok harus menyesuaikan bobot rider. Makin berat sang rider, menuntut rebound sok yang agak keras, begitupun sebaliknya.


Lanjut ke bagian akhir, yakni bodi. Di sektor ini ada beberapa cara bisa diaplikasi agar tampilan FU tambah eye catcing, di antaranya mengaplikasi bodi Suzuki Satria FU Thailand alias Suzuki Raider.


Dengan tampilan cover side leg yang mungil, mesin tegak FU jadi semakin jelas terlihat. Masalah dudukan bodi gak perlu khawatir. Sebab walau bentuknya lebih ramping dan simpel, namun semua posisi baut sama persis.


Mau tetap mengandalkan bodi standar? Boleh aja, tinggal bermain cutting sticker. “Selain lebih murah dari teknik airbrush, kalau bosan bisa gonta-ganti motif,” tutup Dedy dari Nine Works Graphic yang buka gerai di daerah Pondok Pinang, Jaksel ini.
Part Merek Harga
Aksesoris



Setang aftermarket Thailan 300 ribu


orisinal Suzuki Rider 600 ribu


setang adjustable 750 ribu


posh 250 ribu
Footstep NUI Racing 650 ribu


Yoshimura 370 - 475 ribu


Pro 350 ribu
Gas spontan orisinal TZM 130 - 280 ribu
Headlamp Tipe smoke 150 ribu
Bodi



Cutting sticker Nine Works Graphic 400 - 800 ribu
COver side leg dan Cowling Thailand 275 - 475 ribu
Under tail cover Lokal 400 ribu
Striping Decal Studio 150 - 275 ribu
Kaki-Kaki



Sokbreker belakang YSS 450 - 4,5 juta


KTC 1,4 juta


Kitaco 1,3 juta
Sok Upside down aftermarket 2 - 3 juta
Tromol depan model Kawasaki Ninja Ride it 250 ribu
Sumber



Siam Motorsport: 021-98280248 / 536-52224
Raja Motor : 021-7303736
Nine Works Graphic: 021-91125969
F16: 021-73446678





Penulis/Foto: Atenx / Atenx

Toyota Corona Absolute 1997, Sporty Tetap Nyaman


Lama bermain modifikasi, apalagi OTOMOTIF dengan rubrik BT'90s jadi bacaan kesayangan, bikin rasa penasaran Ricky, untuk mencari mobil favorit. "Soalnya dulu memang pengin banget punya Corona Absolute, nyaman dan enak dipakainya. Makanya, begitu ada trend BT'90s langsung cari bahan untuk diolah," urai pria yang enggan disebut nama lengkapnya ini.

Untungnya lagi, setelah sekian lama mencari, Ricky menemukan unit yang diincar dalam kondisi masih orisinal, baik itu cat bodi, mesin sampai kaki-kaki. Bahkan, saking ingin mendapatkan unit yang bagus. Ricky tak segan membawa sang Corona ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh. "Pemiliknya sampai heran kok ada orang mau beli, tapi sampai segitunya," kekeh pria ramah ini.

Alhasil, tak butuh waktu lama untuk segera melaksanakan proyek modifikasi, tentu jangan sampai menghilangkan nilai fungsional aslinya. Corona pun dibawa ke bengkel LMN&T milik Taufik di Jl. Kemandoran 1, Pulo Mawar No.47, Jaksel, untuk dicat ulang.


Dari warna silver bawaan aslinya, kini berganti ke grey metallic. Penggantian warna ini bukan tanpa alasan. "Soalnya warna aslinya sudah tidak mengilap lagi, vernisnya sudah hilang," ucap Ayah 2 orang putra dan putri ini.

Tak hanya ganti warna, ternyata Ricky kepincut dengan beberapa aplikasi milik Corona yang pernah dikerjakan bengkel LM&T. "Dia lihat Corona adik saya, lalu ingin bikin yang mirip, tapi jangan sampai sama persis," sambung modifikator yang selalu tampil rapi ini. Alhasil, model dan desain bumper disesuaikan dengan keinginan Ricky.

Hasil akhir, gaya sporty elegan yang dipilih dengan bumper depan dan belakang dibuat sedikit lebih tebal dari aslinya, plus aplikasi gril model jaring yang diberi emblem TRD. Sentuhan sporty pastinya tersambung sampai belakang dengan aplikasi wing spoiler mungil yang tak menghilangkan kesan elegan layaknya peruntukkan Corona dulu kala.


Memperkuat kesan sporty di bagian belakang juga dilakoni, seperti bumper dibentuk dengan aplikasi moncong knalpot model double dual tail pipe di masing-masing sisi kiri dan kanan. Apalagi, pelek HRE Performance berdiameter 18 inci dibalut ban Accelera 215/40-R18 yang terpasang juga dikelir mirip bodi demi kerapihan tampilan eksterior.

Nah, tampilan sporty sudah selesai, giliran interior juga mengalami sedikit ubahan. Memang, pilihan jok berlapis kulit demi kenyamanan ketika Corona yang kini jadi kendaraan kesayangan hanya keluar saban weekend saja. Tapi, panel interior sudah dilapis ulang dengan aplikasi material karbon fiber dan setir racing untuk mendukung konsep keseluruhan.

Gauge Portable, Empat Kegunaan dalam Satu Tampilan


Indikator pengukur atau gauge model portable merek KetGauge ini, memiliki empat kegunaan dalam satu tampilan. Pada panel LCD-nya tersedia informasi dengan tampilan digital untuk memantau tekanan oli (panel kiri), volt meter/tegangan listrik pada aki (sebelah tengah-atas), water temperature/suhu air pendingin mesin (sisi kanan LCD) serta penunjuk rpm di bagian tengahnya.

Model universal yang ditawarkan gerai Specialist Auto Colour Speedo (SACS) di Pondok Gede, Bekasi ini, berguna bagi pemilik mobil yang standarnya belum dilengkapi indikator-indikator tersebut. Sehingga akan memudahkan untuk memantau kondisi mesin serta kelistrikan kendaraan.

Untuk instalasinya, menurut Wira Sentosa dari SACS, perlu beberapa tahap. Lewat pemasangan semua kabel bawaan alat ukur seharga Rp 2 juta ini, dengan beberapa komponen kelistrikan kendaraan. Yaitu kabel merah (+) dan hitam (-) disambung ke ACC kunci kontak, untuk mengaktifkan fungsi volt meter.

Kemudian kabel hijau disambung ke pulsa rpm pada ECU standar mobil. Warna biru strip putih dihubungkan dengan sensor oil pressure, kemudian diparalel bersama switch oil pressure pada mesin. Sama halnya dengan kabel warna kuning, yang dihubungkan pakai sensor water temperature menuju switch pemantau suhu air pendingin mesin.

Cara kerja alat pengukur ini bergantung pada keakuratan data dari ECU serta sensor bawaannya. Diklaim oleh pabrikannya di Taiwan, akurasi informasi yang ditampilkan serupa dengan kondisi aslinya.

Setelah kunci kontak diputar ke posisi ACC, alat ini akan melakukan proses kalibrasi, untuk aktifasi informasi yang dibutuhkan pemakainya

5 Mobil Tercepat Di Dunia (Rekomendasi)

1. Bugatti Veryon

Mobil super ini diproduksi oleh Volkswagen Group dan Bugatti Automobiles SAS yang dianggap sebagai mobil yang paling tinggi akselerasi dan breaking-nya. Pertama kali diproduksi tahun 2005 dengan biaya 1,1 juta euro. Mesin W-16 memproduksi 987 tenaga kuda dan memungkinkan mencapai kecepatan 429 km/jam.

2. SSC Ultimate Aero

Mobil sport yang dibuat oleh Shelby Super Cars ini diproduksi dalam jumlah terbatas karena satu mobil saja harganya mencapai $620.000 atau sekitar 5,5 miliar. Kecepatan maksimum yang tercatat selama test drive adalah 413 km/jam.

3. Koenigsegg CCX

Mobil sport ini diproduksi oleh produsen mobil Swedia Koenigsegg. Kekuatan mesin 806 tenaga kuda dan kecepatan maksimumnya 400 km/jam.

4. Saleen S7 Twin-Turbo

Kerja sama produsen mobil Saleen, Hidden Creek Industries, Phil Frank Design dan Ray Mallock Ltd telah melahirkan sebuah mobil sport bernama S7 Twin-Turbo. S7 muncul dengan esin V8 yang memproduksi 750 tenaga kuda dan menghasilkan kecepatan maksimum hingga 402 km/jam.

5. McLaren F1

McLaren F1 adalah mobil balap jalanan tercepat yang diproduksi McLaren Automotive. Dulunya mobil ini merupakan mobil tercepat di dunia. Kecepatan maksimumnya mencapai 371 km/jam.